Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) sebagai salah satu universitas swasta tertua di Indonesia yang memiliki rekam jejak atas kontribusi pengetahuan bagi masyarakat dan negara lebih dari 70 tahun kembali mencetak prestasi. Untuk pertama kali UNPAR melalui Fakultas Vokasi (FV) meraih pendanaan hibah Grant Riset Sawit (GRS) 2025. Topik yang dibawa oleh tim adalah Kajian Persepsi CSR, CSV, dan Green Marketing Terhadap Sustainability Sebagai Upaya Strategis Dalam Meningkatkan Citra Industri Sawit Indonesia.
Proposal Tim Riset Fakultas Vokasi yang beranggotakan dosen dengan latar belakang riset dan keahlian yang bervariasi berhasil menjadi salah satu pemenang dari 1494 proposal yang bersaing dalam pendanaan tahunan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tahun 2025 lalu (untuk pelaksanaan 2026). Tim riset FV beranggotakan Dianta Hasri N. Barus ST., MM sebagai Ketua dan anggota riset berturut-turut adalah: Prof. Ir. Wimpy Santosa, Ph.D., IPU (Dekan FV), V.J. Wisnu Wardhono, Drs., MSIE., CMA. (Kaprodi D3 Manajemen Perusahaan), Dr. Lilian Danil SE., MM.(Deputi Dekan FV), Dr. Raden Roro Ida Nuraida, S.E., M.M., CHRM., Nina Septina, S.P., M.M., M.Phil., dan Ronny Trian Surbakti, S.IP., M.M., CHCM. Riset ini akan dilakukan selama satu tahun dan menyasar tiga provinsi dengan lahan sawit terbesar di Indonesia, yaitu: Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah menandatangani 55 kontrak kerja sama penelitian senilai Rp88,1 miliar dengan 30 lembaga riset di Indonesia. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menyatakan bahwa pendanaan ini difokuskan pada riset aplikatif yang dapat segera dimanfaatkan oleh industri kelapa sawit nasional. Tingginya minat terhadap penelitian komoditas strategis ini terlihat dari tren peningkatan jumlah proposal setiap tahunnya. Ke-55 proposal tersebut berhasil lolos setelah melewati proses seleksi yang ketat, meliputi tahapan administrasi, substansi, dan presentasi. Selain itu terdapat 10% dari lembaga penerima hibah merupakan mitra yang baru pertama kali bekerja sama dengan BPDP.
Lebih lanjut Dianta Hasri selaku ketua tim peneliti menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti kepercayaan lembaga pemerintah terhadap kredibilitas dan kualitas Universitas Katolik Parahyangan, “Kedepannya riset ini akan dilakukan dengan kehati-hatian dan standar tinggi untuk mencapai tujuan utamanya yaitu memberi kebijakan kepada pemerintah agar dapat menyusun kebijakan yang lebih baik untuk pelaksanaan CSR di industri sawit Indonesia” ujarnya.



